SOP

PEMERIKSAAN RUTIN

 

1. Pemeriksaan

  1. Ketua tim SPI menyusun rencana kerja (surat tugas, jadwal dll)
  2. Sekretaris SPI mengajukan dan menyiapkan surat tugas (SPI),
  3. Tim yang ditugaskan melakukan pemeriksaan atas data dan kertas kerja pada akhir tahun pemeriksaan.
  4. Membuat laporan hasil pemeriksaan awal dan berita acara. Bila diperlukan juga dilakukan pengisian / perhitungan atas realisasi anggaran, waktu dan personil yang digunakan.

 

2. Reviu

  1. Pelaksanaan reviu dilakukan selama anggaran dan penyusunan laporan keuangan. Satker atau Orang menyerahkan data laporan keuangan (yang berasal dari data setelah rekonsiliasi) ke Tim SPI untuk direviu.
  2.  Tim SPI melakukan reviu terhadap data laporan keuangan melalui penelusuran angka-angka dalam laporan keuangan, permintaan keterangan dan prosedur analitik.
  3. Apabila hasil reviu menunjukkan bahwa data laporan keuangan telah disiapkan sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan dan dalam Sistem Pengendalian Intern yang memadai, maka Tim SPI membuat kertas kerja reviu tahunan untuk menjadi dasar bagi penyusunan laporan hasil reviu dan Pernyataan Telah Direviu. Aparat pemeriksaan  mengirimkan Pernyataan Telah direviu dilampiri dengan laporan hasil reviu ke pimpinan terkait/Rektor.
  4. Apabila hasil reviu menunjukkan bahwa data laporan keuangan belum disiapkan sesuai dengan Standar Akuntan Pemerintahan dan dalam Sistem Pengendalian Intern yang memadai, maka Tim SPI membuat kertas kerja reviu tahunan untuk menjadi dasar bagi penyusunan laporan hasil reviu dan Pernyataan Telah Direviu (dengan paragraf penjelas). Tim SPI mengirimkan Pernyataan Telah direviu (dengan paragraf penjelas) dilampiri dengan laporan hasil reviu ke pimpinan terkait/Rektor.

 

3. Pemantauan

  1. Sekretaris SPI mengajukan dan menyiapkan surat tugas (SPI),
  2. Berdasarkan rencana kerja satker yang telah diterima SPI, maka dilakukan pemeriksaan atas proses yang sedang berlangsung.
  3. Membuat berita acara.

 

4. Evaluasi

  1. Sekretaris SPI mengajukan dan menyiapkan surat tugas (SPI).
  2. Ketua Tim pemeriksa bersama anggota yang lainnya melakukan pemeriksaan atas rencana kerja satker yang telah selesai.
  3. Membuat berita acara.

 

5. Asistensi

  1. Sekretaris SPI mengajukan dan menyiapkan surat tugas (SPI).
  2. Berdasarkan hasil reviu, pemantauan dan / atau evaluasi, SPI menugaskan anggotanya untuk memberikan asistensi pada satuan kerja/orang tertentu.
  3. Membuat berita acara

 

6. Konsultasi

  1. Menerima permohonan konsultasi dari satuan kerja/orang tertentu
  2. Ketua SPI menjawab permohonan konsultasi berdasarkan skala prioriotas.
  3. Membuat berita acara

 

7. Sosialisasi

  1. Ketua SPI dan tim menyiapkan bahan sosialisasi berdasarkan temuan pemeriksaan dan aturan baru.
  2. Menyelenggarakan sosialisasi
  3. Membuat berita acara

 

PEMERIKSAAN KHUSUS

  1. Melakukan pemeriksaan khusus  berdasarkan penugasan khusus dari Rektor jika terdapat kejanggalan-kejanggalan baik dalam pelaporan maupun dalam pelaksanaan dan kejanggalan tersebut perlu segera diketahui ketidakwajarannya.
  2. Prosedur selanjutnya berdasarkan prosedur pemeriksaan.

 

TINDAK LANJUT

  1. Sekretaris SPI mengajukan dan menyiapkan surat tugas (SPI).
  2. Melakukan tindak lanjut atas hasil temuan/pelanggaran sesuai dengan rekomendasi yang dicantumkan dalam laporan akhir hasil pemeriksaan.
  3. Membuat berita acara.
  4. Perkembangan atas pelaksanaan saran tindak lanjut tersebut terus direview secara berkala.
  5. Dalam melakukan review secara berkala tersebut, tidak menutup kemungkinan dibuat rekomendasi baru, selama rekomendasi tersebut sejalan dengan tujuan yang ingin dicapai pada rekomendasi sebelumnya.