«

»

Apr 04

Studi Banding SPI UINSA Surabaya ke SPI UIN Walisongo Semarang

Senin (26/3) Satuan Pengawasan Internal (SPI) UIN Sunan Ampel Surabaya melaksanakan kegiatan studi banding ke SPI UIN Walisongo, kegiatan berlangsung selama 1 hari. Kegiatan ini diikuti oleh tim SPI Surabaya berjumlah 5 orang dan didampingi oleh Ibu Wakil Rektor II UIN Sunan Ampel dan diterima langsung oleh Bapak Rektor UIN walisongo Prof. Dr. Muhibbin didampingi wakil rektor II UIN Walisongo Prof. Dr. H. Imam Taufiq, M.Ag dan  kepala SPI UIN Walisongo Dr. H. Abdul Kholiq, M.Ag beserta jajaran SPI UIN Walisongo.

Kunjungan ini dalam rangka belajar tentang teknik preventif audit. yang dilakukan SPI Walisongo. Preventif audit meliputi audit terhadap perencanaan, penggunaan, dan pelaporan anggaran. Selain itu, SPI UIN Walisongo berbagi informasi dan strategi dalam melakukan pendampingan audit.

Acara dibuka oleh Pak Rektor dan dilanjutkan oleh Wakil Rektor II dengan menyampaikan bahwa “ Dengan adanya kinerja SPI yang solid akan membawa universitas lebih baik khususnya UIN walisongo untuk mewujudkan good university goverment “. Berdasarkan Hasil pemeriksaan BPK terhadap Laporan Keuangan UIN Walisongo berturut-turut mendapatkan zero founding pada tahun 2017 dan 2018. Ini menunjukkan bahwa proses pengawasan dan pengendalian berjalan sangat baik dan benar” imbuh prof Imam di akhir sambutannya

Kepala SPI UIN Walisongo menjelaskan sejak dilakukan preventif audit ini. cukup efektif dalam membangun budaya bersih menuju WBK. Review terhadap perencanaan, verifikasi terhadap pelaksanaan kegiatan dan pelaporan serta evaluasi menjadi satu rangkaian pengawasan yg akuntabel,lanjut Pak Kholiq selaku Kepala SPI. Awalnya di Uin Walisongo tantangan dalam menerapkan preventif audit sangat besar , dimulai dengan review perencanaan RKAKL sampai dengan  verifikasi terhadap pelaksanaan kegiatan, setiap verifikasi kegiatan kami memberikan BAP (Berita Acara Pemeriksaan) apabila hasilnya tanpa catatan kegiatan bisa dibayarkan; apabila masih ada catatan diperlukan perbaikan ; dan apabila tidak mau dilakukan BAP, maka ppk diminta untuk membuat SPTJM-k (Surat Pernyataan Tanggungjawab Mutlak- khusus) sehingga apabila ada Pemeriksaan Eksternal maka BAP – BAP inilah yang akan membantu pemeriksaan. Dan yang pertama kami sampaikan kepada pemeriksa ekternal (BPK,Irjen maupun KAP) adalah dokumen yang tidak melewati SPI terutama yang SPTJM. Dan Alhamdulillah, langkah dalam menerapkan preventif audit ini sangat bermanfaat terutama untuk membantu pemeriksaan dari luar, hingga mencapai zero temuan dalam 2 tahun berturut turut.

Kegiatan diskusi di ruang sidang Pak Rektor, kemudian dilanjut ke kantor SPI Walisongo dengan berkenalan secara langsung dengan tim SPI Walisongo beserta penjelasan tugas masing masing personil. Di SPI UIN Walisongo terdiri Ketua, Sekretaris, 3 koordinator bidang ditambah dengan anggota sehingga berjumlah 11 orang. Dari 11 orang 6 dari unsur dosen yang lain dari unsur JFU/tendik.

Acara selanjutnya adalah melihat secara langsung kegiatan rutinitas dan dokumen dokumen. Di Kantor SPI UIN Walisongo, semua dokumen terarsip lengkap dan baik. Setiap pelaksanaan kegiatan, masing masing unit memberikan arsip copy dokumen ke SPI, ini dilakukan untuk penataan dokumen dan persiapan apabila ada pemeriksaan, dokumen sudah terkumpul dengan baik dan rapi , siap disajikan jika dibutuhkan dalam pemeriksaan.

Selesai acara kegiatan di lanjutkan dengan ramah tamah, dengan berfoto bersama dan saling bertukar cendera mata